Sabtu, 13 Agustus 2011

a Thing that Mother Can't Do

Menurut gue budaya Asia itu lucu ... Lucu dalam arti, di satu sisi sangat patriakal, tapi di sisi laen sangat menekankan yang namanya posisi ibu. Sampe keluar istilah pepatah, "Surga di bawah telapak kaki ibu." -> FYI sejak gue hamil gue udeh check telapak kaki gue kok ... en bener ngga ada surga di sono, yang ada daki hahaha. Di Indonesia kita ada hari ibu, tapi ngga ada hari ayah. En kayaknya tanpa sadar anak-anak dari kecil dididik untuk lebih sayang Ibu daripada Ayah. Masih inget lagu ketika kita masih kecil, "Satu-satu aku sayaaangg ..." Hayo sayang siapaa? Sayang Papa, ayah? Bukaaan. Satu-satu aku sayang IBU! Baru deh selanjutnya dua-dua juga sayang ayah. Nomor 1 siapa? Ibuu ... 

Seolah-olah dalam hal mengurus anak, ayah itu posisinya nomor 2 setelah ibu. Ibu nomor 1. Ibu yang hamil, yang 9 bulan dengan susah payah mengandung (menurut gue sekarang itu statement rada lebay sih ... Kenapa? Well mengandung itu bukan sesuatu yang susah payah lagi! It's a JOY not a burden! En lagi practically 5 bulan pertama perutnya belon nonggol tuh hehehe. Mungkin baru berasa berat itu pas trisemester ketiga sih. So begitu deh hehehe. Intinya gue ngga merasa mengandung dengan susah payah ahhaha) . Lalu ibu yang melahirkan dengan susah payah (nah yang ini gue percaya deh hehehe), trus nanti menyususi, mengasuh, merawat. So MOTHER IS EVERYTHING ...  is that true??? 

NOPE. 

Beberapa bulan yang lalu, God made me realise one thing. There's a thing that a mother can not do!!  Apakah ituu?? 

Seorang ibu, TIDAK AKAN PERNAH BISA membuat seorang anak laki-laki menjadi seorang pria. Only his dad can do that. 
a mother can't make a boy a man, only his dad can do that ... 

Gue baru sadar itu ketika gue baca buku Wild At Heart. Masculinity is bestowed by masculinity. Seorang anak laki-laki hanya bisa tumbuh menjadi seorang pria sejati, co yang bener-bener cowok, kalau ada another big MAN yang masuk dan mengintervensi hidupnya. Kalo ngga, selamanya dia bakal jadi mommy boy. Biasanya kan di suku-suku kuno, pasti selalu ada ritual di mana anak laki-laki dinyatakan sudah menjadi pria, en ritual itu pasti membutuhkan kehadiran pria-pria dewasa lainnya, en pada saat itu the best thing that his mother can do is LET HIM GO

En ketika tiba-tiba gue sadar akan hal laen. Seorang ibu bahkan TIDAK BISA membuat anak perempuannya menjadi WANITA sejati. Again, only HER DAD can do that ... 

: O 

Kok bisa?!?! Anak perempuan kan semestinya belajar menjadi wanita dari ibunya! Belajar masak, belajar dandan, belajar belanja. Oh iya, gue belajar itu semua dari nyokap gue ... tapiii ... ada 1 hal yang nyokap gue ngga bisa kasih ke gue. 

Anak-anak perempuan yang tumbuh besar tanpa ayahnya, tanpa kehadiran papanya, atau papanya ada tapi ngga pernah ngajak ngomong dia, ngga pernah spend time with her, akan tumbuh jadi perempuan-perempuan yang punya rasa insecure yang tinggi. En mereka akan cari itu dari pria-pria laen. I'm one of them ... 

Well itu ngga berarti trus gue tidur or flirt or nge-date sama sembarang cowok ... Bukan.  I just don't know how to make a HEALTHY relationship with man. Gue jadi either sangat dependant, sangat posesif, sangat takut kehilangan atau sangat dingin. Gue ngga bisa berteman dengan normal dengan laki-laki laen. Keadaan berubah, ketika bokap gue mulai masuk dalam hidup gue. Mulai ambil posisi sebagai bokap. Gue ngga lagi dengan gampangnya jatuh cinta sama sembarang cowok, ngga lagi merasa diri gue ngga berharga, ngga lagi mengumbar hati gue. Coz by the time my father step into my life, he send me a message, you're precious. And by his presence I KNOW that I AM precious. So I stop 'jual murah' diri gue. Emank bokap gue seperti tipikal bokap2 asia laennya kagak pernah bilang, "Oh you're so precious etc etc". but ketika bokap gue dengerin gue ngomong or spend time with me as a family, sadar atau ngga sadar, he send that message, you're precious. So gue bener-bener stop anggap rendah diri gue, stop mellow2 ngga ada co yang mau sama gue ... stop memberikan diri dan hati gue terlalu cepat sama seseorang. Gue mulai melihat diri gue berharga. En itu sesuatu yang nyokap tidak akan pernah bisa kasih ... :)  

A little girl needs her daddy love and acceptance before she can love and accept her husband. Kasih dan penerimaan dari pria pertama dalam hidup seorang wanita (ayahnya) yang bisa membuat a girl become a lady. 

Gue masih inget, ketika gue cerita sama bokap gue, tentang seorang famili yang udeh pacaran lamaaa bgt trus keluarga yang cewek jadi bertanya-tanya ini statusnya mau gimana. En ketika gue cerita itu, bokap langsung bilang dengan nada yang sedikit keras, "O ya jelas! Ngga ada orang tua yang mau anaknya digituin."  When I listened to his words and to HIS TONE ( I knew he meant it ... and I know I'm safe. very safe ...)  :D Gue tau kalo ada cowok yang coba-coba maen-maen sama gue, pacarin gue bertaon-taon tanpa ada kejelasan, my dad will step in and make things right. I don't need to worry. :D 

Ketika gue sadar ini, gue cerita sama Tepen. "Hun, aku yang akan bawa anak-anak kita ke dalam dunia ini. Tapi KAMU dan cuman KAMU yang bisa kasih mereka identitas. Only you can make them a lady and a  man. I cannot ..."   En Tepen tersenyum dengan lebarrrr. :) 

so buat para ibu en mom wanna be, give our husband a chance to learn to be a daddy. Gue ingeeeettt bgt kata-kata bu Marjam di acara KW (komisi wanita). "Ibu-ibu, inget yaa ... para suami kita itu perlu waktu untuk belajar menjadi ayah. Anak-anak kita itu tumbuh di perut kita 9 bulan, jadi kita sudah ada ikatan yang sangat dekat dengan mereka. Tapi tidak demikian dengan suami kita. Jadi kalau suami bantuin ganti popok, biar ngga rapih, mencong-mencong, tetep harus dipuji." 

Give them a chance ...a chance to learn ... kalo anak nangis jangan langsung diambil, biarin saja sang ayah berusaha menenangkan. :p
*gue tau ntar gue kudu sering-sering baca tulisan ini lagi kalo si baby dah lahir hahahaa* :p 

Di mata Tuhan juga peran ayah itu besar sekali. Kalo di liat di PL, siapa yang bertanggung jawab mengajarkan Firman Tuhan? Ayah. Bukan ibu :p  Yang bertanggung jawab memperkatakan firman Tuhan siang dan malam itu tugas Ayah. Mendidik anak-anak di jalan Tuhan itu juga tanggung jawab ayah. Karena pria itu imam di dalam keluarga. :) 

************
Lord, help me to help my husband to be a great daddy. tolong berikan aku kata-kata yang membangun, yang menguatkan bukan yang menjatuhkan. beri aku kesabaran dan ke-fleksibel-an untuk bisa memberi kesempatan kepada suamiku untuk practise fatherhood. Beri aku kebijaksanaan untuk diam dan tidak mengintervensi ketika suamiku sedang mendidik anak-anak. Terus ingatkan aku untuk menghormati suamiku dan tunduk kepadanya sehingga anak-anak juga bisa menghormati ayahnya dan tunduk kepadanya. Sebelum suatu hari kelak, mereka bisa mengenal dan menghormati Bapa di surga dan tunduk kepada-Nya. 

dan tolong aku, untuk terus mengajarkan dan mengatakan kepada anak-anak, "How blessed they are to have a daddy like their daddy ... :)"
Practice to be a good father... :">

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar