Selasa, 02 Agustus 2011

Arti Sebuah Kehidupan

Manusia diberi kehidupan oleh sang pencipta. Kehidupan itu sendiri memiliki siklus yaitu kelahiran, dewasa, kematian. Hampir semua orang di dunia ini masuk di dalam siklus kehidupan tersebut, Namun banyak juga yang tidak masuk dalam siklus tersebut dikarenakan perbuatan nya sendiri atau perbuatan orang lain. Dan ada juga yang tidak masuk dalam siklus tersebut dikarenakan kehendak sang pencipta.

Sebenarnya apa sih maksud sang pencipta menciptakan siklus kehidupan tersebut? Siklus kehidupan diawali dari ketidakberdayaan manusia sewaktu dilahirkan sampai akhirnya kematian menjemput manusia yang dalam ketidakberdayaan juga entah karena penyakit atau pun karena suatu musibah yang semuanya ujung-ujungnya kata orang "takdir" tapi banyak yang berpendapat juga bahwa itu adalah kehendak sang pencipta.

Saya dalam beberapa hari ini melihat ada dua manusia yang sedang berada dalam perjalanan menuju pertengahan tahap dalam kedewasaan namun kematian sudah menjemput. Saya sekilas melihat sungguh kasihan manusia yang sudah dijemput oleh kematian tersebut dalam usia yang belum dewasa atau lagi menuju tahap kedewasaan manusia. Namun setelah saya berpikir dan merenung, saya lebih kasihan lagi terhadap yang ditinggalkan. Kasihan terhadap orang tua nya, kasihan terhadap teman-teman nya, namun saya kasihan lagi terhadap teman nya yang jikalau semasa manusia itu hidup mereka bertengkar... saya kasihan karena mereka tidak bisa menciptakan moment bahagia saat terjadi perpisahan, mereka harus berpisah dalam keadaan saling marah satu sama lain.

Anonim berkata bahwa "Bahagiakanlah orang tua mu selagi mereka masih hidup". Menurut saya anonim tersebut sangat-sangatlah benar. Mengapa? Jawaban yang utama adalah : karena manusia yang masih hidup bisa merasakan dan manusia yang sudah meninggal tidak bisa merasakan. Apakah kalau misal mereka sudah meninggal kita beri persembahan mewah seperti mobil ferrari, kapal pesiar, rumah mewah tapi apalah artinya karena mereka tidak bisa merasakan mengendarai mobil ferrari tersebut, mereka hanya bisa menumpang di mobil jenazah. Mereka tidak bisa berlayar dengan kapal pesiar tersebut, mereka hanya bisa berlayar dengan peti mereka (itu dilakukan di jaman dahulu dengan kepercayaan bahwa mereka akan menuju nirwana). Mereka tidak bisa meninggali rumah mewah tersebut, mereka hanya meninggali tanah seluas 1,5 x 2 meter saja. Manusia yang sudah meninggal mereka sudah berurusan dengan sang pencipta, mereka tidak bisa berurusan lagi dengan yang ada di dunia ini.

Hal ini pun sama bila kita terapkan kepada teman atau kerabat kita karena kita tidak tau apakah teman kita akan mengikuti siklus kehidupan dengan sampai akhir ataukah mereka berhenti di tengah jalan. Sewaktu mereka masih ada, hendaknya kita menjadi "sahabat" bagi mereka di kala suka maupun duka. Mengapa saya berkata kita harus menjadi "sahabat" bukannya kawan atau teman? Itu karena sahabat memiliki makna yang sangat dalam, jauh dalam melebihi makna seorang teman maupun seorang kawan. Dengan menjadi sahabat yang rela menyediakan waktu untuk membantu sahabatnya maupun rela menyediakan waktu dan telinga untuk mendengar keluhan sahabatnya, curahan hati sahabatnya, tangisan sahabatnya. Hal itu cukup untuk menunjukkan kepada sahabat kita bahwa kita adalah benar-benar sahabat mereka. Kita tidak cuma sekedar teman saja yang terkadang lebih ada di saat kita sedang suka dan menghilang saat kita berduka.

Memento Mori : "Ingatlah, bahwa anda harus mati!"
Semua manusia pasti ujung-ujungnya akan mengalami kematian namun kita bisa memilih apakah saat ajal menjemput kita akan pergi dengan wajah gembira dan tersenyum ataukah kita akan pergi dengan wajah sedih. Itu tergantung dari apa yang kita lakukan di dunia ini. Kalau kita menjadi "sahabat" yang baik bagi sahabat kita maka saat ajal menjemput wajah kita akan gembira dan tersenyum karena orang-orang yang kita kasihi ada di sekitar kita dan selalu mendukung kita.
Saya berpendapat bahwa "Baik atau buruknya hidup kita di dunia ini tergantung dari jumlah sahabat dan kawan karib yang melayat dan mengantar kepergian kita ke rumah kita yang baru yang berukuran 1,5 x 2 meter"

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar