Kamis, 04 Agustus 2011

Puasa Sebelum Lebaran



Bulan ini pemeluk agama Muslim melakukan ibadah puasa, puasa dilakukan 1 bulan sebelum datangnya lebaran. Dampak dari puasa di Jakarta (karena saya tinggalnya di Jakarta) adalah jalanan kalau siang hari tampak lebih lengang, dan jalanan di sore hari sebelum maghrib menjadi padat dan macet karena selain jam orang pulang kantor, orang-orang pada berhenti di pinggir jalan untuk membeli jajanan maupun makanan di pasar dadakan istilahnya, yaitu pedagang tiba-tiba yang khusus jualan makanan untuk berbuka puasa.

Maksud dari puasa itu adalah agar manusia dapat melawan hawa nafsu (ngga cuma nafsu seksual tentunya, nafsu yang lain). Jadi orang yang sebelum puasa misalkan saja emosian, beringas, dan sangar saat puasa tiba bisa saja menjadi lebih kaleman, lebih ramah dan tampak baik. Pengendara motor yang kalo hari biasa ngga sabaran dan emosian berubah menjadi lebih hati-hati bawanya dan lebih sabaran.

Nah masalahnya apakah efek ini akan berlanjut setelah lebaran tiba? Ataukah hanya tren sesaat? Alangkah indahnya jika Jakarta ini warganya kalem-kalem, saling respek satu sama lain, saling sabar kalo di jalan, ramah saling tegur sapa satu sama lain. Tujuan dari puasa ini sebenarnya adalah agar kita latian menjadi orang yang lebih baik, bisa menahan hawa nafsu dan hal ini dipraktekkan terus sepanjang hidup bukan satu bulan saja ato beberapa bulan saja. Menurut saya itu tujuan sebenarnya dari puasa. Mulai dari nol maksudnya adalah kita meninggalkan hidup kita yang lama yang berantakan lalu memulai sebagai the new me, dari hal-hal yang negatif berusaha berubah menjadi hal-hal yang positif. Sayangnya banyak orang yang salah mengartikan esensi dari puasa. Mereka seolah-olah menjadi "alim" selama satu bulan ini lalu setelahnya balik lagi tindak tanduk, pemikiran dan tingkah lakunya ke kehidupan lama. Alesannya ntar pas taon depan bisa mulai dari nol lagi.
Hey, itu salah lho! Kalo gitu buat apa kita melakukan puasa? Emang ngga ada manusia yang sempurna. Tapi yang penting adalah komitmen dan usahanya. Sang Pencipta melihat komitmen dan usaha dari kita untuk menjadi orang yang lebih baik. Ngga peduli walopun kita sering jatuh yang penting kita bisa berdiri lalu bisa mengevaluasi kenapa saya bisa jatuh lagi dan menjadikan itu sebagai pengalaman agar ke depannya kita ngga jatuh lagi di tempat yang sama, dan kita jadi ngga sering jatuh lagi.

Yah smoga pendapat saya ini juga disetujui sama orang lain juga, atau paling ngga inti dari apa yang saya utarakan ini sama dengan yang orang lain pikirin. Kan banyak jalan menuju Roma, ngga peduli mau lewat mana yang penting tujuannya sama, yaitu Roma. Ngga peduli kita mau berpendapat kayak apa yang penting intinya kita sama.

Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang merayakan.  
Let's try hard to become a better you!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar