Jumat, 12 Agustus 2011

Ketika Seorang Ksatria Menangis

Well, ketika mau married Guys, gue yakin semua wanita ketika menikah pasti mengidam-idamkan sosok suami yaangg ... co banget. Mereka pikir, suami mereka akan selalu tegar, beriman teguh, tabah menghadapi godaan, pantang menyerah, selalu berpendirian, selalu tau apa yang akan mereka lakukan. Tapi ketika sosok suami mereka mulai menunjukkan kelemahan, banyak perempuan kaget.

"Loh kok begini?!?! Mana figur pacar yang selalu tau apa yang harus dia lakukan!?!? Mana my hero yang dulu begitu gagah perkasa? Kok ternyata ngadepin tekanan di tempat kerja aja udeh lemes?!

Padahal gals, suami kita itu manusia. Katanya salah satu alasan perceraian yang paling sering adalah mereka menolak untuk menerima bahwa pasangan mereka manusia!! Yang bisa lupa, bisa down, bisa cape, bisa kesel, bisa sedih, bisa nangis, bisa broken ...

Selama married 6 bulan, gue dah pernah liat Tepen kecewa, stress, bingung, pusink, panik, sedih, putus asa, broken ... Pertamanya gue kaget, "Hah? Cowok kok kayak begini?!?!" tapi lama-lama gue belajar bahwa ini salah satu peran gue sebagai istri. Menghibur dan menguatkan. :) Bagian kita lah me-recharge suami kita sehingga besok dia bisa berjuang lagi di tempat kerjanya.

Btw, jadi inget dengan sebuah tulisan yang dulu banget pernah gue tulis. En erhm ... kalo gue ngga salah inget, tulisan ini diinspirasi ama beberapa cowok en salah satunya Tepen. wekekekek :p

***************************
Iih Cowok Kok Nangis??

“Nan ren ku ba ku ba ku ba, bu shi zui ….” *Hai Pria, menangislah, menangislah, menangislah. Itu bukan dosa.* Itu kata Andy Lau. :p Well saya biasanya ngga suka Andy Lau, tapi saya suka lagu itu. Karena saya setuju dengan Andy Lau. Co nangis, so what gitu loh??

Dulu saya sentiment sama co, saya sering ngerasa bahwa masyarakat hanya bersikap tidak adil dan kejam terhadap para wanita. Standart kecantikan yang tidak masuk akal, yang membuat banyak ce begitu sengsara karena mesti diet mati-matian buat mendapatkan ‘body ideal’ bak Angelina Jolie. *tapi yang jelas gue ngga akan mau menukar kehidupan gue dengan kehidupan Angelina Jolie. No waaayyy!!!* Diskriminasi terhadap kaum wanita, blablabla. Sampai saya tidak sadar bahwa sebenernya kaum pria juga menghadapi kejamnya dunia. Standart Maskulinitas yang sebenernya sama sekali ‘ngga jantan’.

Contoh pria yang dibilang macho
Co macho diidentikkan dengan body six packs, tampang sok cool, maniak bola, gonta ganti spare part mobil, kantong tebel, mobil keren, gonta ganti pacar, nge-gym. Well kenyataannya berapa banyak sih co yang bisa begitu?? Jujur guys, saya mengamati cowok2 di sekitar saya en kesimpulan saya dengan sahabat saya adalah, Ternyataaaa semua co samaa …. Perutnya ngga rataaaa *dinyanyikan pake nada Aku Makin Cinta-Vina Panduwinata*. Guys, standart ke-macho-an co menurut dunia, itu sama sekali ngga macho. Serius.

Salah satu dari banyak pantangan yang haram dilakukan oleh para co ‘macho’ adalah meneteskan air mata alias menangis. Katanya co hukumnya haram untuk menangis. Co harus tegar. Cuman ce yang menangis. Menangis itu tanda kelemahan.

Guys, kalo emank menurut Tuhan co itu tidak perlu menangis, Tuhan ngga akan kasih kalian air mata. Serius. Para co tidak mengeluarkan ASI kan ?? Kenapa? Karena menurut Tuhan, co ngga perlu ASI, co tidak akan pernah menyusui, so kalian tidak butuh ASI. Buat Tuhan itu hal mudah untuk mendesign tubuh kalian supaya tidak perlu mengeluarkan ASI, so itu hal yang sama mudahnya buat Tuhan untuk merancang kalian tidak mengeluarkan air mata. Tapi Tuhan tetap memberikan air mata buat para co …. Karena buat Tuhan, tidak ada yang salah dengan seorang pria yang menangis.

Saya pernah menyaksikan beberapa pria menangis di depan saya. Ada yang saya bikin nangis *yah waktu itu saya masih SD, en co itu nangis karena kalah berantem sama saya :p Bukan karena cintanya saya tolak. Wekekekek*, beberapa karena alasan pribadi lainnya, en beberapa karena dijamah Tuhan. Saya menghargai para co yang berani untuk menangis *dengan alasan yang jelas tentunya*.

Beberapa co yang pernah deket dengan saya punya hati yang lembut. Dari luar mereka mungkin keliatan sombong, keras, cuek, tapi sebenernya jauh di dalam mereka punya hati yang lembut. Kadang-kadang para co inilah yang cukup menderita. Coz mereka takut ditertawakan oleh dunia kalo ketauan berhati lembut. Krn itu mereka menggunakan banyak cara untuk melindungi hati mereka, diri mereka. Dan kadang guys, justru hal itu yang membuat saya sedih. Kenapa kau harus menyembunyikan dirimu, hatimu dengan topeng seperti itu?? Karena supaya mereka bisa ‘cocok’ dengan standart ke-macho-an dunia, mereka merubah diri mereka, merubah hati mereka. Sedih tau ngeliatnyeee!!!

Guys, tau kah kalian bahwa Tuhan Yesus yang adalah co tulen 1000%, co paling macho, co paling co yang hidup di dunia ini itu adalah seorang yang berhati lembut?? Taukah kalian bahwa ayat terpendek di dalam Alkitab itu berbunyi “Jesus wept” (maka menangislah Yesus) Yohanes 11:35. Ayat terpendek di Alkitab tidak berbicara tentang keperkasaan Allah, kehebatan Allah, tapi justru tentang sesuatu yang dianggap tabu oleh dunia. Jesus wept. Allah menangis. Sang Pria sejati, Allah pencipta seluruh semesta, seluruh galaksi, Allah yang menciptakan Singa, Harimau, Macan, Buaya, Gajah, pencipta dari orang yang menciptakan Rambo, Superman, Batman, Hulk, Goggle-Five, Ksatria Baja Hitam, MENANGIS. Iya. Jesus wept.

Guys, saya tidak menyuruh kalian menangis sebanyak-banyaknya supaya makin mirip dengn JC, KAGAKKK …. Tapi saya rindu, para Pria Sejati Allah belajar tentang manhood bukan dari prinsip dunia, tapi dari Jesus, Sang Pria Sejati.

Kalian merusak diri kalian sendiri kalo kalian mengukur diri kalian pake prinsip dunia. Berusaha jadi macho pake standart dunia. Berharap dengan begitu bisa menarik banyak ce, duh guys. Serius. Itu cara kuno. Ngga gaul.

Apakah yang seperti ini yang benar-benar macho? Bukan!!

Kalo kalian mo jadi Pria Sejati, belajarlah dari Alkitab, belajarlah dari Allah sendiri. Minta supaya Tuhan menggantikan konsep yang salah yang selama ini kalian pegang dengan pikiran yang baru dari Allah.

Guys, dunia kita butuh banyak Pria Sejati. Pria yang belajar dari Sang Pencipta.
Pria yang mencerminkan citra Allah, yang punya hati Bapa.
Pria yang mengerti bahwa kekuatan yang sejati itu bukan datang dari latihan barbell di Gym tapi dari lutut yang berdoa di hadapan Allah.
Pria yang mengerti bahwa cinta yang sejati didapat bukan dari mengobral kata-kata manis tapi dari sebuah komitmen dan kerelaan untuk berkorban.
Pria yang mengerti bahwa kepintaran yang sejati tidak didapat dari buku-buku maupun pengalaman hidup tapi semata-mata hikmat dan anugerah dari Allah.

Pria yang mengerti bahwa keberhasilan dalam hidup tidak ditentukan dari seberapa banyak keringat yang diteteskan, seberapa keras dia berusaha tapi keberhasilan itu didapat semata-mata berkat Tuhan.

Pria sejati bukan pria yang bisa hidup independent, tapi justru pria yang berani ‘dependent’ pada Allah.

Pria sejati bukan pria yang sanggup menyelesaikan semua masalah, tapi pria yang berani mengakui bahwa dia tidak bisa hidup tanpa Allah.


Guys, kalo kalian ingin menjadi Pria yang macho, co yang co bangeeettt, datanglah pada Allah. Dia rindu dan sudah menunggu lama untuk mengubah kalian menjadi Pria yang segambar dan serupa dengan Dia. :)


China , 25 Oktober 2006

Ini baru pria macho! Deket sama Tuhan! :)



Copyright by Tuhan Masih Menulis Cerita Cinta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar