Menunggu...
Menunggu adalah hal yang sedang saya jalani sejak awal Juli lalu. Sampai kapan saya harus menunggu? Saya masih belum tau sampai kapan, karena belum ada kejelasan kapan saya akan berhenti menunggu.
Hal apa sih yang membuat saya menunggu? Saya menunggu datangnya panggilan untuk penandatanganan kontrak kerja development program di sebuah bank swasta untuk tiga tahun ke depan dimana tahun pertama untuk training dan dua tahun ke depan (jika lulus dalam seleksi sewaktu training di tahun pertama) untuk penempatan kerja.
Menunggu itu diperlukan satu hal yang penting, yaitu patience. Ada yang berkata bahwa patience tidak hanya
Jumat, 23 September 2011
Selasa, 13 September 2011
Benarkah Ini Realita Hidup?
Ada yang bilang begini mengenai realita hidup :
Saat kita masih muda, kita mengorbankan kesehatan untuk mencari harta dengan sering kerja lembur, cari sampingan sana sini sehingga waktu untuk istirahat berkurang. Saat kita sudah tua, kita mengorbankan harta kita untuk mencari kesehatan. Karena harta, orang asing menjadi seperti saudara. Karena harta pula, saudara menjadi seperti orang asing.
Orang kaya mampu beli ranjang yang enak dan empuk tapi ngga bisa tidur nyenyak (karena stress mikirin perusahaan). Orang miskin ngga mampu beli ranjang yang enak dan empuk tapi bisa tidur nyenyak ngga peduli beralaskan apa untuk tidur (karena kecapekan bekerja jadi kuli)
Orang kaya punya uang untuk foya-foya tapi ngga punya waktu untuk foya-foya. Orang miskin punya waktu untuk foya-foya tapi ngga punya uang.
Waktu kita masih muda kita ingin jadi kaya biar bisa menikmati kekayaan kita. Sesudah kita kaya, kita ngga punya waktu buat menikmati kekayaan tersebut karena mikirin pengen dapet lagi, mikirin usaha, mikirin investasi, dll. Sekalinya kita punya waktu untuk menikmati kekayaan, kita uda keburu tua ngga ada tenaga untuk menikmatinya.
Bersyukurlah dan nikmatilah apa yang ada sekarang ini dan kelola dengan bijaksana karena dengan kebijaksanaan tersebut kita bisa menikmati hidup kita.
Bagaimana menurut pendapat anda, apakah menurut anda hal ini benar adanya adalah realita hidup?
Kamis, 08 September 2011
Hukum 10 Perintah Cinta
Di bawah ini adalah hukum 10 Perintah Cinta yang berlaku untuk semua orang tidak peduli dari suku, ras, agama mana pun... :)
Hukum ini berbunyi :
Hukum ini berbunyi :
- Jangan ada padamu pacar lain di hadapanku
- Jangan membuat bagimu cinta lain
- Jangan menyebut nama mantan pacar/istrimu dengan sembarangan
- Ingat dan rayakanlah malam minggu
- Hormatilah calon mertuamu
- Jangan membunuh cinta yang ada padamu
- Jangan mencuri cinta lain untuk dimiliki
- Jangan ada rahasia maupun kata dusta/bohong kepada pasanganmu
- Jangan melakukan selingkuh yang bukan dengan pasanganmu
- Jangan mengingini pacar sahabatmu
Minggu, 28 Agustus 2011
Teologi Anjing vs Teologi Kucing
Halo smua... sekarang mumpung saya lagi kerasukan shakespeare jadi saya nulis blog aja deh... =p
Waktu ibadah hari minggu lalu saya ibadah di gereja di kota tempat tinggal saya sewaktu kecil dan kebetulan yang memimpin ibadah adalah Pendeta dari Jogjakarta.
Sewaktu membawakan kotbah, seru sekali mendengarnya dan mudah dicerna karena beliau membawakan dengan bahasa yang mudah dimengerti dan dicampur dengan jokes yang nendang hahaha... =D
Nah di awal-awal kotbah dia memberikan ilustrasi mengenai teologi anjing dan teologi kucing. Nanti jemaat dapat bertanya kepada diri sendiri sebenarnya dirinya penganut teologi anjing ato teologi kucing.
Waktu ibadah hari minggu lalu saya ibadah di gereja di kota tempat tinggal saya sewaktu kecil dan kebetulan yang memimpin ibadah adalah Pendeta dari Jogjakarta.
Sewaktu membawakan kotbah, seru sekali mendengarnya dan mudah dicerna karena beliau membawakan dengan bahasa yang mudah dimengerti dan dicampur dengan jokes yang nendang hahaha... =D
Nah di awal-awal kotbah dia memberikan ilustrasi mengenai teologi anjing dan teologi kucing. Nanti jemaat dapat bertanya kepada diri sendiri sebenarnya dirinya penganut teologi anjing ato teologi kucing.
Teologi anjing sama teologi kucing apa sih maksudnya?
Anda tau anjing kan? Misalkan anda punya anjing dan kalo anda baru balik dari kantor ato sekolah, apa yang anjing anda lakukan? Dia menggonggong dan mengibas-ngibaskan ekornya lalu menyambut kita entah dia melompat ke kita ato menjilati kita ato memeluk kaki kita.
Setelah anda masuk rumah dan anda melepas lelah di kursi ruang tamu anda, dimanakah anjing anda berada? Dia akan berada di dekat kaki anda.
Intinya disini adalah anjing akan setia kepada anda layaknya hamba kepada tuannya. Hamba akan menyambut tuannya yang pulang, akan selalu siap sedia di dekat tuannya.
Nah sekarang kucing. Misalkan anda punya kucing dan kalo anda baru balik dari kantor ato sekolah, apa yang kucing anda lakukan? Biasanya kucing suka tidur kan? Palingan dia hanya melek bentar ngliat anda trus merem lagi. Kalo dia bisa ngomong kucing akan bilang "wah babu'ku pulang". Beda kasus kalo anda bawa makanan (sogokan), maka kucing akan mendekati anda =p
Setelah anda masuk rumah dan anda melepas lelah di kursi ruang tamu anda, dimanakah kucing anda akan berada? Bisa saja dia ada di samping anda ato di atas kursi. Kalo dia bisa ngomong lagi, dia akan bilang "hush hush syuh syuh ngapain kamu disini, ini tempatku, sesek hoi!"
Intinya disini adalah kucing belum tentu setia dan kebanyakan ngga setia kepada kita. Jadi kita harus selalu membawakan makanan ato something yang lain agar kucing mau selalu deket sama kita. Dan tau sendiri kan kalo kucing itu suka kelayapan =)
Balik lagi ke kita masing-masing, apakah anda penganut teologi anjing ato teologi kucing? Apakah anda menganggap Tuhan sebagai hamba anda ato anda sebagai hambanya Tuhan?
Kalo anda menganggap anda sebagai hambanya Tuhan, harusnya kita mau siap sedia melakukan apa aja dan rela berkorban untuk Tuhan sang tuan kita bukan? Tapi kok banyakan kasus gini : misal kita sakit, doa kita apa? "Tuhan tolong sembuhkan saya segera, Dalam nama Tuhan Yesus penyakit saya langsung sembuh", dll. Kenapa ngga doa kita "Tuhan jika penyakit ini memang kehendakMu agar untuk memuliakan namaMu, aku akan menanggungnya... berikan saya kekuatan agar mampu menanggungnya". Ngga ada yang doanya kayak gitu kan?
Contoh lagi : pas kita pergi keluar rumah ato keluar kota, kita doa "Tuhan tolong jaga rumah saya ya biar ngga terjadi apa-apa". Anda kira Tuhan itu satpam apa? Kalo doanya "Tuhan tolong kirim MalaikatMu untuk menjaga rumahku" itu masih mendingan. =p
Semoga tulisan saya bisa memberi pencerahan dikit... Happy Sunday everyone... =D
Kamis, 25 Agustus 2011
Dada Atas vs Dada Bawahan Dikit
Ada yang uda tau maksud dari judul di atas? =)
Tadi saat perjalanan pulang saya tiba-tiba terinspirasi judul tersebut. Lalu dengan membulatkan tekad dan perut, saya mencoba nulis walopun akhir-akhir ini jadi males nulis (maklum bukan talent nulis ngga kayak seseorang yang saya kenal --> Virgi)
Manusia jaman sekarang suka membedakan dada atas dan dada bawahan dikit. Wanita dengan dada atas lebih identik dengan menarik, menggoda, sangat sex upil(sex appeal bacanya kalo ngga bisa bahasa Finlandia =p).
Menggoda kan? Nah, kalo pria gimana?
Pria juga punya kok tapi di dada bawahan dikit.
Apakah anda wanita bisa bilang mereka (pria) menarik, menggoda dan sangat sex upil tadi? Itulah nasib pria dewasa yang punya dada bawahan dikit yang besar... =p
Tapi kalo pria tersebut masih kecil dan belum dewasa alias masih balita, kalo dada bawahan dikitnya besar maka wanita bilangnya ihh imut, lucuuuu, nggemesiinnnn
Tapi kalo pria tersebut masih kecil dan belum dewasa alias masih balita, kalo dada bawahan dikitnya besar maka wanita bilangnya ihh imut, lucuuuu, nggemesiinnnn
Yah, emang bener juga ada orang yang bilang roda itu berputar, dulu waktu kecil kita dibilang lucu imut menarik nggemesin tapi kalo uda gede jika dada bawahan dikit kita gede kita dibilang ngga menarik, ditolak sana sini...
Karena itu banyak pria yang sekarang yang olahraga untuk mengempeskan dada bawahan dikit tersebut karena malu takut ngga dapet pasangan, ato ada juga yang pengen dipuji wanita, dan banyak lagi alesannya. Tapi ada juga pria yang pede dengan dada bawahan dikitnya yang besar seperti Jack Black.
Menurut saya pribadi sih yang penting karakter dan pribadi kita. Biarin dada bawahan dikit kita besar tapi usahakan hidup sehat, tetap berolahraga dan nikmatin hidup. Jodoh di tangan Tuhan. Yang penting kita persiapkan diri dan karakter kita agar diri kita siap jika Tuhan besok-besok memberikan pasangan kepada kita.
Langganan:
Postingan (Atom)




